
Selain mengganggu aktifitas warga, banjir lumpur telah menjebolkan tanggul jebol. Air bah dari pegunungan di sebelah Selatan ini telah menggerus serta menghancurkan dinding tanggul dan menghancurkan tanggul sepanjang 30 meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun belum diketahui jumlah korban materi dari warga yang terdampak.
Menanggulangi musibah banjir lumpur ini masyarakat dan aparat dari Muspika setempat melakukan kegiatan membersihkan lumpur serta material lainnya yang terseret air bah. Dari Dinas Pengairan dan pertambangan kabupaten Pasuruan juga hadir untuk melihat dan mendata kerusakan yang ditimbulkan dari banjir lumpur tersebut, Sanusi salah satu staf dinas Pengairan mengungkapkan bahwa banjir kali ini cukup parah dan telah merusak infrastruktur terutama tanggul-tanggul yang berada di kali Made. Kerusakan diperkirakan sepanjang 30 meter sehingga luapan lumpur masuk keperkampungan masarakat sekitar,"terang Sanusi. (DUL)