
Dengan keterbatasan ekonomi orang tuanya, Sofyan yang mengalami keterbelakangan fisik serta mental ini terpaksa harus duduk diatas kursi yang dibuat sendiri oleh orangtuanya. Kursi plastik yang disambung dengan pipa besi itu sebagai ganti dari kursi roda selayaknya orang cacat. Jangankan beli kursi roda, buat makan sehari-hari saja keluarga ini harus bekerja membanting tulang. Apalagi untuk membawa Sofyan anak lelaki kesayangannya tersebut untuk berobat ke rumah sakit.
Warga desa Ambal-Ambil dusun Wragang Krajan RT.02/10 ini bekerja sebagai buruh tani dengan upah yang hanya cukup buat makan ini, sama sekalitidak tahu penyakit apa yang diderita oleh anaknya. Kepada wartawan, Margani menuturkan bahwa sejak lair dalam pertumbuhannya, anaknya tersebut sudah menunjukkan keaanehan baik dalam perkembangan fisik maupun mentalnya, Menurut beberapa tetangga menyebut penyakit sofyan sebagai ppenyakit aneh.
Dari hari ke hari sang ibu mendorong kursi plastik yang diberi roda dengan kaitan besi, mengajak Sofyan sekedar jalan keliling di sekitar rumahnya. Hanya itu yang bisa dilakukan oleh sang Ibu tercinta kepada Sofyan.

"Kita akan upayakan keluarga Pak Margani dapat bantuan bagi kesembuhan anaknya, mas," tutur Hefri kepada Tribunusantara.com Jumat 02/09. Langkah pencarian bantuan sudah kita bicarakan dengan pemuda, tokoh masyarakat dan segenap perangkat desa setempat. Kita harapkan pemerintah Kabupaten Pasuruan dan juga Bapak Bupati Pasuruan Gus Irsyad Yusuf berkenan menengok Sofyan di desa kami. Moment terbentuknya Karang Taruna desa Ambal Ambil ini mudah-mudahan menjadi awal yang baik untuk datangnya kesembuhan bagi Sofyan. Sehingga Sofyan nanti bisa menikmati masa kanak-kanaknya sebagaimana anak-anak lain di desa kami, lanjut Hefri. (dul)