Mereka berjalan sambil menghias rupa dan pakaian ala kerajaan , yang bermacam - macam bentuk dan pakaian yang berwarna warni . Ada yang terbuat dari kertas koran yang di lipat - lipat untuk kostum kerajaan , dan juga dari keresek (plastik) yang dipakainya .
Mereka berjalan pelan - pelan , para pemuda putra dan putri warga Rombo Wetan .bahkan "jalan raya sempat macet dengan antusiasnya warga yang menonton acara tersebut.

Desa Rombo Wetan yang terdiri dari 7 dusun telah merayakannya , mereka membawa nasi tumpeng yang bermacam - macam bentuk dan isinya karena sudah tradisi jaman nenek moyang kita .
Kepala desa Rombo Wetan Edi S. (Mardiana) saat di temui wartawan mengatakan , Tegal deso ini saya laksanakan dua hari tgl (1-9-2016) kamis, ada acara tasyakuran desa dari pagi hingga sore , dan ada tadarus alqur'an .
Hari kedua juma'at (2-9-2016) siang ,ada karnafal warga yang terdiri dari 7 dusun yang meramaikannya dan di haruskan untuk membawa tumpeng di tiap Rt dan Rw masing - masing 1 tumpeng .
Dan malam harinya acara pokok yaitu pagelaran ludruk dari Kota Mojokerto sampai dengan selesai . (Abdullah)