
Sejak subuh, beberapa warga yang air di dalam rumahnya mulai menghilang, sibuk untuk melakukan pembersihan. Ada beberapa warga yang putus asa, membiarkan rumahnya dikotori lumpur bekas banjir. Alasannya, kalaupun dibersihkan jika nanti malam terjadi banjir lagi tetap saja akan melakukan bersih-bersih.

Pantauan wartawan Koran ini, tadi pagi banyak karyawan PIER Rembang baru menyeberang banjir. Puluhan karyawan ini memilih pulang pagi hari sambil menunggu air surut. Alasannya kalau pulang malam, tetap saja dirinya tidak bisa menyeberang. Daripada terlantar di pinggir jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang pada pagi hari bersamaan dengan teman shift pagi masuk kerja.

Kaitan dengan banjiir ini, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, masih mencari upaya untuk mengurangi luberan debit air. Salah satu alternatif yang akan diambil Bupati adalah membuat sudetan dan beberapa Embong dan Retensi di beberapa tempat. Tapi karena itu baru rencana, maka pelaksanaannya tidak dapat tahun ini. Bisa saja baru terlaksana tahun depan. “Kami upayakan rencana itu kalau bisa tahun ini ada yang sudah terealisasi,” kata Bupati kepada sejumlah wartawan. (kadir)