
Menurut Ahmad warga Dusun Mejansem desa Sumber Gedang, penanaman pohon di tengah jalan tersebut untuk memberikan tanda agar waspada dan jangan sampai terjadi kecelakaan. Sudah banyak para pengguna jalan yang mengalami kecelakaan akibat rusaknya jalan tersebut. Dengan menanami pohon pisang, setidaknya pengguna jalan hati-hati dan mengurangi laju kedaraannya, mengingat, lnjut ahmad, kalau malam jalanan agak gelap dan kurang penerangan.
Sementara itu aparat desa setempat yang tidak mau disebutkan jati dirinya mengatakan kepada wartawan bahwa pengerjaan jalan tersebut dilaksanakan pada akhir bulan Desember 2016 lalu. Kerusakan diketahui setelah banjir beberapa hari lalu. Aspal jalan banyak yang mengelupas yang kemudian menyebabkan lubang-lubang besar.
"Mungkin aspalnya tipis hingga saat kena banjir dua hari saja sudah hancur dan mengelupas," terang Ahmad. Sepertinya kontraktor lebih mengutakan untung besar dari pada mengutakan mutu dan kwalitas pekerjaannya. (darmaji)