
"Sebenarnya warga sejak kejadian tersebut sudah musyawarah akses jalan tersebut mau tutup (khusus damp truk) namun masih ada solusi dari pemerintah yaitu pembenahan kerusakan jalan" kata Kades Jeruk kepada tribunus-antara.com Jumat 177/02. Setelah pembenahan selesai, damp truk yang bermuatan berlebihan itu semakin banyak yang lewat jalan tersebut dan akhir warga sepakat untuk menutup akses jalan (khusus damp truck) dan warga tidak mau ada kejadian kecelakaan lagi.
"Jadi mengingat yang namanya jalan kelas 3 bahwa meruju dengan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. dimana jalan kelas 3 merupakan jalan alteri, kolektor, lokal dan lingkungan yang dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi dari 2, 100mm (mili meter), panjang tidak melebihi 9000mm (mili meter), tinggi 3,500mm (mili meter) dan muatan suhu paling berat 8 ton, tapi kenyataannya damp truck tersebut muatannya melebihi dari 8 ton / muatan tersebut sekitar kurang lebih 14 ton yang mengakibatkan jalan ini rusak parah, dengan demikian warga gerah yang akhirnya menutup akses jalan damp truck yang melewati jalan Desa Jeruk" Jelas Kepala Desa Jeruk kepada Tribunus-antara.com. (ayik syahri)