
Al Battani berhasil menghitung jumlah hari dalam 1 tahun (Masehi) berdasarkan perhitungan waktu yang digunakan Bumi untuk mengelilingi Matahari, selama 365 hari, tepatnya 365 hari, 5 jam, 45 menit, 24 detik. Tentunya dengan perhitungan yang cermat dan seksama, serta bisa berguna untuk meramal atau menentukan pergantian musim. Kita ketahui, perubahan musim ditentukan oleh posisi Matahari terhadap Bumi. Pada bulan Mei, misalnya Matahari berada di utara Khatulistiwa. Angin bergerak dari selatan (yang dingin) menuju utara (yang lebih panas) melewati gurun Australia yang kering.
Akibatnya, setiap bulan Mei di Indonesia terjadi musim kemarau. Hasil perhitungan Al Battani di masa itu mendekati perhitungan yang menggunakan peralatan canggih yang digunakan para ilmuan abad ini. Sebagai seorang astronom, dia juga banyak menulis buku tentang astronomi dan trigometri, termasuk sistem perhitungan almanak dan kalender. Almanak ciptaannya, diakui merupakan sistem perhitungan paling akurat yang sampai kepada kita sejak abad pertengahan. Bangsa Eropa menggunakan sistem ini sampai di abad pencerahan. Dalam pembukuan Almanak, Al Battani berkata, “Ilmu astronomi merupakan bagian dari ilmu dasar yang sangat bermanfaat. Melalui ilmu astronomi, manusia mengetahui hal-hal penting untuk diketahui,”.
Pada 1899 di Kota Roma dicetak sebuah buku berjudul Al Zaujush Shabili Batan (almanak versi Al Battani), yang disunting oleh Carlo Nalino dari manuskrip yang disimpan di perpustakaan Oskorial, Spanyol. Karya lain Al Battani yang terkenal adalah Syark al Makaiat al Arba’l il Battamius. Karya ini berisi uraian dan komentar tinjauan hidup pemikiran Photomy yang tertuang dalam “Tetrabilon”nya. Al Battani mengubah teori Ptolomy serta meralat perhitungan orbit Bulan dan beberapa planet.
Dia membuktikan, orbit benda langit berbentuk elips serta membuktikan perubahan posisi Matahari menjadi penyebab perubahan musim. Ilmuan Eropa, Duntho (1749), memanfaatkan penemuan Al Battani tentang orbit elips dari benda langit untuk memetakan pergerakan Bulan. Sementara penemuan Al Battani di bidang Trigometri termasuk konsep-konsep Sinus, Kosinus, Tangen dan Kotangen, masih digunakan hingga saat ini. (linggapos.com)