
Pihak proyek membiarkan lubang ataupun bekas lubang pipa begitu saja. Yang paling fatal dan membahayakan adalah setelah penanaman pipa. Bekas galian tidak ditutup dengan sempurna. Bahkan bekas penutupan galian tidak diratakan dengan pengaspalan kembali seperti semula. Untuk itulah bahaya akan selalu mengintai para pengguna jalan. "Tolong dilihat saja ini, bekas galian itu mestinya harus dikembalikan seperti semula. Artinya, setelah pipa ditanam hendaknya tanah ditutup kembali dengan cara ditumbuk atau dipadatkan dengan menggunakan wales. Lebih amannya lagi harus diaspal lagi," kata Surono, warga sekitar lokasi kejadian.

Pantauan Wartawan media ini, rata-rata penggarapan proyek ini digarap ngawur. Mestinya lubang-lubang itu tidak dibuat di seluruh wilayah kota sebelum pipa disiapkan di sekitar lokasi. Kenyataan yang ada di lapangan, galian lubang-lubang ada dimana-mana. Hampir di seluruh jalan protokol kota telah menyusahkan para pengguna jalan. Mengapa? Karena lubang-lubang itu membuat ribet dan penyempitan badan jalan. Sehingga para pengguna jalan terpaksa harus mencari badan jalan yang aman. Tidak itu saja, galian itu menganga hingga berhari-hari karena menunggu datangnya pipa yang hendak ditanam. (bowo)